Minggu, 16 Oktober 2011

Cara Mengatasi Kulit Pecah-Pecah

MEMILIKI kulit pecah-pecah, selain tidak sedap dipandang, mengurangi rasa percaya diri. Tentu membuat Moms tidak nyaman, bukan? Dan biasanya, masalah ini paling sering ditemui pada bagian tumit dan bibir.

Nah, bila Moms ingin menghilangkannya, ikuti saja tip & trik dr Dwi Ro Santi, SpKK dari Royal Beauty Center, RS Royal Taruma, Jakarta Barat.

Cara Mengatasi Kulit Pecah-Pecah
Ilustrasi : Wanita cantik


Tumit mulus tanpa retak

Pecah-pecah di tumit (cracked heel) merupakan masalah kulit yang paling umum ditemui. Ini disebabkan kulit yang kering dan akan semakin parah jika kulit di sekitar pinggiran tumit menjadi tebal (callus/kalus).

Bagi kebanyakan Moms, hal ini hanya dianggap sebagai masalah kosmetik saja. Padahal ketika kulit pecah, akan membuat celah dan retakan yang semakin dalam.

Kemudian, bisa saja kulit jadi berdarah dan untuk kasus yang parah dapat menjadi infeksi. Biasanya tumit retak terlihat kering, berkalus tebal, berwarna kuning hingga cokelat gelap, celah yang terlihat sangat jelas.

Faktor penyebab:

Kulit kering yang menebal di sekitar tumit dan kemudian pecah, umumnya dikarenakan faktor mekanik, dimana meningkatnya tekanan di daerah tumit tersebut. Misal, cara Moms berjalan. Faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan tumit pecah-pecah adalah:

- Berdiri terlalu lama utamanya pada lantai yang keras.
- Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan pada bantalan lemak normal di bawah tumit dan menyebabkannya meluas ke samping.
- Sepatu yang pada bagian tumitnya terbuka, memungkinkan lemak di bawah tumit meluas ke samping dan meningkatkan tekanan untuk retak.
- Beberapa kondisi medis seperti; predisposisi kulit kering, neuropati otonom, misal pada penderita diabetes menyebabkan kurang berkeringat, tiroid menurunkan tingkat metabolisme tubuh dan pengurangan keringat, hal ini akan mengarah pada kekeringan di kulit.
- Penderita psoriasis dan eksim.

Cara mengatasi:

• Mengoleskan krim pelembap khusus untuk tumit, dua kali sehari.
• Hindari sepatu terbuka dan bersol tipis.
• Jangan mengikis kulit tebal tersebut dengan menggunakan silet karena berisiko tinggi menyebabkan berkembangnya infeksi.

Bibir lembap bebas pecah-pecah

Selain tumit, bibirpun mengalami pecah-pecah. Bila dibiarkan, bisa menyebabkan iritasi dan menimbulkan rasa sakit utamanya saat minum atau makan. Bahkan, bisa mengalami peradangan dan menimbulkan luka goresan.

Pencegahan:

- Jangan berusaha melembabkan bibir dengan cara menjilatnya saat bibir kering. Hal itu justru akan membuat bibir Moms lebih kering dari sebelumnya. Pasalnya, ludah yang mengering saat menjilat bibir, akan menghilangkan minyak pelindung alami bibir.
- Perbanyak minum air putih.
- Hindari minuman berkafein berlebih.
- Hindari makanan pedas dan terlalu asin-dapat menyebabkan bibir dan mulut kering.
- Hindari merokok! Dimana akan mengeringkan minyak bibir dan meninggalkan bibir dalam keadaan kering sehingga mudah pecah-pecah.

Penanganan:

• Pilih lip balm yang kaya moisturizer, mengandung minyak alami dan terdapat label SPF (sun protecting factor). Kandungan tersebut dapat menjaga bibir dari sinar matahari yang merupakan salah satu pemicu bibir kering.
• Gunakan lidah buaya atau gel lidah buaya untuk mengatasi bibir pecah-pecah.
• Madu merupakan cara alami untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah. Selain dikonsumsi, Anda dapat mengoleskannya pada bibir sebelum tidur di malam hari.
• Oleskan beberapa tetes minyak kelapa pada bibir dua kali sehari. Minyak kelapa akan menjaga kelembaban bibir sekaligus membuatnya lembut dan kenyal.

Agar si kulit kering tidak pecah!

Kulit kering biasanya disebabkan oleh banyak faktor mulai dari keturunan, diabetes, konsumsi obat diet, hingga terlalu sering mandi dan menggosokan sabun batang langsung ke kulit. Kulit kering dapat dikenali dengan permukaan yang pecah-pecah dan kasar–akibat kurangnya kelembapan pada kulit. Permukaan kulit jadi tampak ketat atau bersisik.

Berikut beberapa langkah untuk merawat kulit agar tak mengalami kekeringan:

- Jangan merendam tubuh di air terlalu lama.
- Jangan gunakan air yang terlalu panas atau terlalu dingin untuk mandi.
- Jangan sering-sering membasuh wajah.
- Gunakan selalu pelembab usai membasuh wajah. Jika kulit terasa ketat, itu berarti membutuhkan pelembab. Namun, sebaiknya pilih pelembab yang baik. Karena jika salah memilih pelembab dapat saja menyumbat pori-pori dan membuat kulit nampak kusam. Pelembab yang bagus tak meninggalkan rasa berminyak setelah dioleskan di kulit.
- Basuh busa sabun yang tersisa di kulit hingga bersih. Lapisan yang ditinggalkan sabun di kulit dapat menyebabkan kekeringan pada kulit. Pilih sabun dengan formula yang lembut.
- Oleskan selalu losion setelah mandi untuk menjaga kulit agar tetap lembap.
- Untuk menghindari dehidrasi yang menyebabkan kulit tampak kering dan keriput, sebaiknya minum banyak air serta mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.
- Hindari terlalu banyak terpapar AC dan sinar matahari.
- Gunakan sarung tangan atau pelindung tangan lain jika bersentuhan langsung dengan detergen.
- Cukup berolahraga akan menambah aliran darah sehingga dapat mensuplai intisari nutrisi ke kulit. (Sumber: Mom & Kiddie)

http://lifestyle.okezone.com/read/2011/10/14/195/515407/bye-bye-kulit-pecah-pecah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar